Masa Pasti Berlalu

Allah punya hak untuk kita tunaikan di malam hari yang tidak diterima-Nya di siang hari. Begitu juga Dia punya hak untuk kita tunaikan di siang hari yang tidak Ia terima di malam hari. Begitulah wasiat Abu Bakar sebelum beliau meninggal dunia. Setelah berkumandangnya azan Subuh, maka tamatlah masa qiamullail pada hari itu. Begitu pula berakhirnya asar setelah berkumandangnya azan Maghrib.

Bagi setiap sesuatu ada masanya dan terhad sehingga waktu yang tertentu. Betapapun kita mencintai kehidupan ini, masanya pasti berlalu dan akan tiba masa kematian. Kematian yang datang secara tiba-tiba itu juga akan berlalu dan diteruskan pula dengan masa perhitungan amal. Setelah selesai perhitungan dan ditentukan destinasi akhir kita, maka bermulalah masa yang kekal selama-lamanya.

Allah telah mengingatkan kita tentang dekatnya masa perhitungan amal kita. Firman-Nya:


"Telah hampir datangnya kepada manusia hari perhitungan amalnya sedang mereka dalam kelalaian, tidak hiraukan persediaan baginya." (Al-Anbiyaa‘: 1)

Kita selalu tertipu dengan masa dan merasa memilikinya. Jika benar, pasti kita mampu menahannya daripada terus berlalu. Masa adalah sebuah amanah yang akan diminta pertanggungjawaban. Kita pasti dipersoalkan ke mana kita menggunakan nikmat masa yang dianugerahkan.

Masa masih ada untuk kita mempersiapkan diri menempuh kematian. Persoalannya,adakah kita memperuntukkan masa untuk itu? Adakah kita ingin terus membiarkan masa berlalu tanpa kita mengambil kisah tentang persediaan menghadapi kematian? Sedangkan kita tahu bahawa kematian itu tidak menunggu kita bersedia, ia datang secara tiba-tiba!

Pintau taubat masih terbuka, dan kita belum tahu sampai bila masa taubat itu masih ada untuk kita. Adakah kita ingin bertaubat setelah masa taubat itu tamat, ketika nyawa sudah di tenggorokan?

Ketika anda membaca penulisan ini, anda dianugerahkan masa untuk menghabiskannya. Sekarang anda renungkan, ke manakah masa anda akan dihabiskan setelah ini?

Sudah tiba masanya, untuk kita dengan secara khusyu' mengingati Allah, sebelum masa yang panjang berlalu dan hati kita menjadi keras.


"Belum sampaikah lagi masanya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyuk hati mereka mematuhi peringatan dan pengajaran Allah serta mematuhi kebenaran (Al-Quran) yang diturunkan (kepada mereka)? Dan janganlah pula mereka menjadi seperti orang-orang yang telah diberikan Kitab sebelum mereka, setelah orang-orang itu melalui masa yang lanjut maka hati mereka menjadi keras, dan banyak di antaranya orang-orang yang fasik - derhaka." (Al-Hadiid: 16)

Wallahua'lam.

Comments

Post a Comment

Apa pandangan anda? Kongsikan bersama pembaca yang lain.

Popular posts from this blog

Bila Yang Dikejar Itu Dunia

Manusia Sengal

Begin with the end in mind