Berkorban Apa Saja

Pengorbanan adalah nadi perjuangan. Ketika tiada lagi orang yang sanggup berkorban, maka perjuangan menjadi lesu dan kehilangan ruhnya.

Berkorban apa saja
harta ataupun nyawa
itulah kasih mesra
sejati dan mulia.


Itulah bait-bait yang saya petik daripada lagu P.Ramlee. Daripada perspektif peribadi, saya melihat terdapat hikmah besar yang tersusun dalam bait-bait kata ini, tentang PENGORBANAN.

Beliau menyebut tentang aspek pengorbanan yang meliputi harta dan nyawa/jiwa. Allah telah menggariskan tentang perjuangan di jalan Allah yang harus disertakan dengan pengorbanan harta dan nyawa. Dalam surah At-Taubah, ayat 111:


"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka..."


Begitu juga dalam ayat-ayat berikut:

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (At-Taubah: 20)

"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (At-Taubah: 41)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar." (Al-Hujuraat: 15)


"kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (As-Saff: 11)


Serta banyak lagi ayat-ayat di mana Allah menekankan kedua-dua aspek pengorbanan. Kita harus melakukan muhasabah terhadap diri sendiri. Kita mungkin selalu ringan mengeluarkan duit untuk perjuangan, namun selalu malas keluar berdakwah dan hadir dalam program-program tarbiah. Atau mungkin kita selalu hadir ke program dakwah dan tarbiah selama mana ianya PERCUMA. Setakat kemampuan kita, ayuhlah kita berusaha mengorbankan harta dan diri demi agama Allah.

Sebagai contoh hebat, kita lihatlah Abu Bakar RA ketika berhijrah, apabila ditanya apa yang tinggal untuknya, maka jawapannya, "Allah dan Rasul". Beliau telah menginfakkan keseluruhan hartanya demi agama Allah, dan bahkan mengorbankan dirinya untuk perjuangan. Begitu juga khadijah yang mengupayakan seluruh kekayaannya untuk membantu perjuangan Rasul.

Banyak lagi siri-siri pengorbanan yang dapat kita petik dan hayati dalam paparan sejarah perjuangan Islam. Dan kini, kitalah yang harus mencorakkan sejarah, meneruskan keberlangsungan pengorbanan yang meliputi harta dan jiwa.

Wallahua'lam.

Comments

Popular posts from this blog

Bila Yang Dikejar Itu Dunia

Manusia Sengal

Begin with the end in mind